Tech and Innovation
%C2%A0Menggunakan%C2%A0Data%C2%A0CarbonIQ.png)
Perusahaan di seluruh dunia menghadapi tekanan yang sama menurunkan emisi karbon secara nyata dan terukur. Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), emisi global perlu turun sekitar 43 persen sebelum tahun 2030 agar jalur pemanasan bumi tetap berada di bawah 1.5°C. Target ini bukan sekadar komitmen komunikasi, tetapi membutuhkan strategi berbasis data yang kuat.
Di sinilah pendekatan Science Based Target (SBT) menjadi penting. Target ini memastikan bahwa strategi penurunan emisi perusahaan selaras dengan jalur ilmiah yang direkomendasikan oleh komunitas sains global.
Namun, menyusun SBT bukan hanya soal menetapkan angka pengurangan emisi. Perusahaan membutuhkan data emisi yang akurat, analisis yang konsisten, serta pemantauan progres yang transparan. Platform seperti CarbonIQ membantu perusahaan mengelola seluruh proses ini secara terintegrasi, mulai dari pengumpulan data hingga monitoring target.
Menurut Science Based Targets initiative (SBTi), baseline year adalah pondasi utama dalam penetapan target dekarbonisasi. Tahun ini menjadi titik awal pengukuran seluruh upaya pengurangan emisi di masa depan.
Baseline year yang kredibel biasanya memiliki beberapa karakteristik penting:
Kesalahan dalam menentukan baseline year dapat berdampak besar terhadap keseluruhan strategi dekarbonisasi. Jika data tidak lengkap atau metode perhitungan berubah drastis di kemudian hari, target yang sudah ditetapkan bisa menjadi tidak valid.

Melalui CarbonIQ, perusahaan dapat mengonsolidasikan data aktivitas dari berbagai sumber, seperti konsumsi listrik, bahan bakar operasional, hingga aktivitas rantai pasok. Data tersebut kemudian dikonversi menjadi emisi CO2e menggunakan faktor emisi yang sesuai.
Dengan sistem pencatatan yang konsisten, perusahaan dapat memastikan bahwa baseline year benar-benar merepresentasikan kondisi emisi aktual organisasi.
Laporan IPCC menunjukkan bahwa untuk menjaga kenaikan suhu global tetap di sekitar 1.5°C, emisi global harus turun hampir setengahnya sebelum tahun 2030.
Prinsip inilah yang menjadi dasar pendekatan science based target. Target pengurangan emisi tidak ditentukan secara sembarangan, tetapi mengikuti jalur penurunan emisi global yang telah dihitung oleh para ilmuwan.
Perusahaan biasanya menggunakan beberapa metode dalam menghitung reduction pathway, seperti:
Dengan bantuan CarbonIQ, data emisi baseline dapat langsung dianalisis untuk memproyeksikan jalur penurunan emisi hingga tahun target, misalnya 2030 atau 2040.
Pendekatan berbasis data ini membantu perusahaan memahami seberapa besar pengurangan emisi yang harus dicapai setiap tahun agar tetap berada dalam jalur 1.5°C aligned.
Banyak perusahaan sudah memiliki komitmen keberlanjutan, tetapi tidak sedikit yang menemukan bahwa kondisi emisi aktual mereka masih jauh dari jalur target.
Gap analysis menjadi langkah penting untuk memahami seberapa besar jarak antara emisi saat ini dengan target yang ingin dicapai.
Analisis ini biasanya mencakup beberapa aspek, seperti:
CarbonIQ mempermudah proses ini dengan menampilkan visualisasi data emisi secara terstruktur. Tim sustainability dapat langsung melihat kontribusi emisi dari berbagai aktivitas operasional.
Dengan pemahaman yang jelas mengenai gap yang ada, perusahaan dapat menentukan prioritas aksi yang paling berdampak terhadap penurunan emisi.
Strategi dekarbonisasi yang efektif tidak hanya bergantung pada rencana jangka panjang, tetapi juga pada kemampuan perusahaan untuk merespons perubahan secara cepat.
Pendekatan berbasis data real-time memungkinkan perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola emisi karbon.
Contohnya, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang reduksi seperti:
Dengan sistem pengumpulan data yang terintegrasi di CarbonIQ, perusahaan dapat memantau perubahan emisi secara berkala. Hal ini membantu tim sustainability mengevaluasi apakah strategi yang dijalankan benar-benar memberikan dampak terhadap penurunan emisi.
Pendekatan berbasis data juga membantu organisasi menghindari keputusan yang hanya bersifat asumsi.
Transparansi menjadi salah satu elemen penting dalam implementasi science based target. Investor, regulator, dan pemangku kepentingan semakin menuntut perusahaan untuk menunjukkan progres dekarbonisasi secara jelas.
Dashboard CarbonIQ memungkinkan perusahaan memantau perkembangan emisi secara visual dan mudah dipahami.
Beberapa fungsi utama dashboard ini meliputi:
Dengan sistem monitoring yang konsisten, perusahaan dapat memastikan bahwa strategi dekarbonisasi tetap berada di jalur yang direncanakan.
Selain itu, data yang terdokumentasi dengan baik juga memudahkan perusahaan dalam proses pelaporan kepada standar internasional seperti CDP atau SBTi.
Menyusun science based target bukan sekadar menetapkan angka pengurangan emisi. Proses ini membutuhkan data yang akurat, metodologi yang konsisten, serta pemantauan progres yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan berbasis data seperti yang disediakan oleh CarbonIQ, perusahaan dapat menentukan baseline year yang kredibel, menghitung jalur reduksi yang selaras dengan target 1.5°C, serta memantau progres dekarbonisasi secara transparan.
Ketika strategi iklim didukung oleh data yang kuat, perusahaan tidak hanya memenuhi komitmen keberlanjutan, tetapi juga membangun pondasi bisnis yang lebih tangguh di tengah transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Jika organisasi kamu sedang menyusun strategi dekarbonisasi, memulai dengan sistem pengelolaan data emisi yang terintegrasi adalah langkah penting untuk memastikan setiap keputusan berbasis pada informasi yang akurat. Hubungi kami untuk berkonsultasi lebih lanjut.






















Jejakin’s green programs combine high-tech monitoring, biodiversity restoration, and community-led initiatives to deliver powerful, sustainable change across ecosystems.








