Tech and Innovation

Isu keberlanjutan semakin menjadi perhatian global. Banyak perusahaan mulai mengumumkan target net-zero dan komitmen pengurangan emisi karbon. Namun ada satu masalah besar yang sering luput dari perhatian, yaitu kesalahan dalam menghitung emisi. Ketika angka emisi tidak dihitung dengan metodologi yang jelas dan transparan, klaim keberlanjutan justru bisa berubah menjadi tuduhan greenwashing.
Menurut laporan dari Climate Change Committee UK, sebagian besar klaim net-zero perusahaan masih memiliki celah metodologi dan transparansi dalam perhitungan emisi. Temuan ini menunjukkan bahwa niat baik saja tidak cukup. Tanpa fondasi data yang kuat, komitmen iklim bisa menjadi risiko reputasi.
Artinya, upaya menunjukkan komitmen terhadap aksi iklim harus didukung oleh sistem penghitungan karbon yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih dari 2000 perusahaan global telah mengumumkan target net-zero dalam beberapa tahun terakhir. Namun tidak semua klaim tersebut memiliki metodologi penghitungan yang konsisten dan dapat diverifikasi.
Menurut United Nations High-Level Expert Group on Net-Zero Commitments, banyak perusahaan membuat klaim net-zero tanpa standar pelaporan yang jelas dan tanpa transparansi mengenai batasan emisi yang dihitung.
Masalah ini biasanya muncul karena beberapa hal berikut.
Pertama, batasan emisi yang tidak jelas. Beberapa perusahaan hanya menghitung emisi operasional langsung atau Scope 1, tetapi tidak memasukkan emisi dari energi listrik atau Scope 2, bahkan mengabaikan emisi rantai pasok atau Scope 3.
Kedua, penggunaan faktor emisi yang tidak sesuai standar. Jika faktor emisi yang digunakan tidak berasal dari sumber kredibel seperti IPCC atau GHG Protocol, hasil perhitungan bisa berbeda jauh dari kondisi sebenarnya.
Ketiga, proses pengumpulan data aktivitas yang tidak sistematis. Banyak perusahaan masih mengumpulkan data konsumsi energi, transportasi, atau bahan baku secara manual sehingga potensi kesalahan sangat tinggi.
Ketika hal-hal tersebut terjadi, angka emisi yang dilaporkan bisa terlihat lebih kecil dari kenyataan. Inilah yang sering menjadi pintu masuk tuduhan greenwashing.
Isu greenwashing bukan lagi sekadar kritik dari publik atau aktivis lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, tuduhan ini mulai masuk ke ranah hukum di berbagai negara.
Data dari European Commission menunjukkan bahwa sekitar 53 persen klaim lingkungan yang dibuat perusahaan di Uni Eropa dinilai tidak jelas, menyesatkan, atau tidak memiliki bukti yang memadai.
Akibatnya, banyak regulator mulai memperketat aturan terkait klaim keberlanjutan dan pelaporan emisi karbon.
Risiko yang bisa muncul bagi perusahaan antara lain.
Pertama, risiko hukum dan regulasi. Jika klaim keberlanjutan terbukti menyesatkan, perusahaan dapat dikenai sanksi, denda, atau bahkan gugatan hukum.
Kedua, kehilangan kepercayaan investor. Investor kini semakin memperhatikan praktik ESG disclosure. Ketidaksesuaian data emisi dapat menurunkan kredibilitas perusahaan di mata pasar.
Ketiga, kerusakan reputasi brand. Tuduhan greenwashing dapat menyebar dengan cepat melalui media dan publikasi riset independen, sehingga berdampak langsung pada citra perusahaan.
Keempat, hilangnya peluang bisnis. Banyak mitra global kini mensyaratkan transparansi emisi dalam rantai pasok. Ketika data emisi tidak kredibel, peluang kolaborasi bisa ikut terdampak.
Dengan kata lain, kesalahan dalam menghitung emisi bukan hanya persoalan teknis. Ini adalah risiko strategis bagi perusahaan.

Untuk menghindari risiko kesalahan perhitungan emisi, perusahaan membutuhkan sistem yang tidak hanya menghitung karbon, tetapi juga memastikan metodologi yang digunakan sesuai standar internasional.
Di sinilah pendekatan berbasis sistem menjadi penting.
CarbonIQ dari Jejakin dirancang sebagai platform manajemen emisi yang membantu perusahaan menghitung, memantau, dan melaporkan emisi karbon secara sistematis. Sistem ini menggunakan metodologi yang selaras dengan standar global seperti GHG Protocol dan referensi faktor emisi dari lembaga kredibel seperti IPCC.
Pendekatan berbasis platform memberikan beberapa keuntungan utama.
Pertama, proses pengumpulan data aktivitas menjadi lebih terstruktur. Data konsumsi energi, perjalanan bisnis, logistik, hingga operasional dapat dikonsolidasikan dalam satu sistem.
Kedua, penggunaan faktor emisi yang terstandarisasi. Hal ini membantu memastikan bahwa hasil perhitungan emisi dapat dibandingkan dan diverifikasi.
Ketiga, transparansi dalam pelaporan. Dengan sistem digital, setiap perhitungan memiliki jejak metodologi yang jelas sehingga lebih mudah diaudit.
Keempat, membantu perusahaan membangun fondasi menuju target net-zero yang kredibel.
Dengan sistem yang tepat, perusahaan tidak hanya menghitung emisi karbon. Mereka juga membangun perlindungan reputasi terhadap risiko tuduhan greenwashing.
Komitmen terhadap keberlanjutan bukan hanya tentang mengumumkan target net-zero. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa setiap angka emisi yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis.
Perusahaan yang serius terhadap aksi iklim perlu memastikan bahwa proses penghitungan emisi dilakukan secara transparan, konsisten, dan berbasis standar global.
Kesalahan kecil dalam perhitungan bisa berdampak besar pada reputasi. Sebaliknya, sistem pengelolaan karbon yang kredibel dapat menjadi fondasi kepercayaan bagi investor, mitra bisnis, dan publik.
Jika perusahaan ingin memastikan bahwa klaim keberlanjutan tidak berubah menjadi risiko greenwashing, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan bahwa data emisi dihitung dengan benar.
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan metodologi global seperti yang diterapkan dalam CarbonIQ, perusahaan dapat membangun strategi iklim yang lebih kuat, transparan, dan terpercaya.
Kesalahan dalam menghitung emisi dapat mengubah komitmen keberlanjutan menjadi risiko serius. Tanpa metodologi yang jelas, transparansi, dan sistem yang terstandarisasi, klaim net-zero berpotensi memicu tuduhan greenwashing.
Mulai dari sekarang, pastikan perusahaan kamu memiliki sistem pengelolaan emisi yang kredibel. Dengan pendekatan yang tepat, kamu tidak hanya mengurangi emisi, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang bagi bisnis dan lingkungan.






















Jejakin’s green programs combine high-tech monitoring, biodiversity restoration, and community-led initiatives to deliver powerful, sustainable change across ecosystems.








