Product walkthrough, trial, POCs, enterprise offering, support and more. Speak with one of our specialists.

Company News and Updates

Yogyakarta, 9 Februari 2026 - Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Jejakin secara resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat sinergi antara institusi akademik dan industri teknologi dalam mendorong pengelolaan hutan serta lingkungan yang berkelanjutan, berbasis data dan pendekatan ilmiah.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., Ph.D., dan Andreas Djingga, selaku Chief Operating Officer (COO) Jejakin. Kesepakatan ini menandai komitmen kedua belah pihak dalam membangun kolaborasi jangka panjang yang saling melengkapi.
Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari pengembangan pendidikan dan penelitian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pengabdian kepada masyarakat. Secara khusus, kolaborasi ini akan difokuskan pada pengembangan model rehabilitasi serta restorasi hutan dan lahan yang terintegrasi dengan sistem pemantauan berbasis teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, Fakultas Kehutanan UGM dan Jejakin juga akan bersama-sama menyusun dan mengembangkan metodologi pengukuran dampak lingkungan. Hal ini mencakup perhitungan karbon, upaya dekarbonisasi, serta konservasi sumber daya air pada kawasan rehabilitasi dan restorasi hutan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan hutan di Indonesia agar semakin berbasis sains dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, menegaskan bahwa kolaborasi ini berperan sebagai penghubung antara keilmuan kehutanan dengan perkembangan teknologi modern.
Kerja sama ini menjadi ruang bersama bagi kehutanan dan teknologi untuk tumbuh berdampingan, saling menguatkan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan hutan dan lingkungan yang berkelanjutan, ujarnya.
Di sisi lain, Andreas Djingga, COO Jejakin, menyoroti peran strategis Hutan Pendidikan Wanagama sebagai laboratorium lapangan hidup (living laboratory) dalam mendukung riset dan inovasi.
Wanagama memberikan peluang besar untuk pengumpulan data lapangan sekaligus pengembangan analisis berbasis IoT dan AI. Hal ini menjadi fondasi penting dalam penguatan platform dMRV Jejakin. Selain itu, kolaborasi ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dan belajar dari tantangan nyata di lapangan, jelas Andreas.
Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Fakultas Kehutanan UGM dan Jejakin bersepakat untuk membangun kolaborasi berkelanjutan yang mengintegrasikan riset, pendidikan, dan inovasi teknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan hutan Indonesia yang lebih berkelanjutan dan berbasis data, sekaligus mempersiapkan generasi muda kehutanan yang memiliki kompetensi digital dan relevan dengan tantangan masa depan.






















Jejakin’s green programs combine high-tech monitoring, biodiversity restoration, and community-led initiatives to deliver powerful, sustainable change across ecosystems.








